Tampilkan postingan dengan label Game PS2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Game PS2. Tampilkan semua postingan

Sejarah Perkembangan Game Dunia.

Diposting oleh Unknown on Selasa, 25 Februari 2014

Sejarah Perkembangan Game.

Asal usul permainan video/video game terletak pada awal tabung sinar katoda berbasis pertahanan peluru kendali sistem pada akhir 1940-an. Program-program ini kemudian diadaptasi ke dalam permainan sederhana lainnya di era tahun 1950-an.  Pada akhir 1950-an dan melalui tahun 1960-an, lebih banyak permainan komputer yang dikembangkan (kebanyakan di komputer mainframe), secara bertahap tingkat kecanggihan dan kompleksitasnya pu turut bertambah. Setelah periode ini, video game menyimpang ke berbagai platform: arcade, mainframe, konsol, pribadi komputer dan kemudian permainan genggam.
Perusahaan komersial pertama konsol permainan video adalah Computer Space pada 1971, yang meletakkan dasar bagi industri hiburan baru di akhir 1970-an di Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.  tapi ini perusahaan tidak bertahan lama ini sebagian besar disebabkan oleh banjir dari video game yang datang ke pasar mengakibatkan keruntuhan total industri game konsol di seluruh dunia, akhirnya menggeser dominasi pasar dari Amerika Utara ke Jepang. Tapi inihanya mempengaruhi pasar game konsol, pasar game komputer sebagian besar tidak terpengaruh.  Generasi selanjutnya dari konsol video game akan terus didominasi oleh perusahaan-perusahaan Jepang.  Walaupun beberapa upaya akan dilakukan oleh Amerika Utara dan perusahaan-perusahaan Eropa, generasi keempat konsol, usaha mereka pada akhirnya akan gagal. . Tidak sampai generasi keenam konsol permainan video akan non-perusahaan Jepang merilis sebuah sistem konsol sukses secara komersial. Pasar telah mengikuti jalan yang sama dengan beberapa kali gagal dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Amerika yang semuanya gagal di luar beberapa keberhasilan terbatas dalam permainan elektronik genggam sejak dini.  Saat ini hanya perusahaan-perusahaan Jepang memiliki sukses besar konsol game handheld, walaupun dalam beberapa tahun terakhir permainan genggam telah datang ke perangkat seperti ponsel dan PDA .
Generasi Pertama
Generasi pertama konsol permainan video berlangsung dari tahun 1972, dengan rilis dari Magnavox Odyssey, hingga 1977, ketika “pong”-style produsen konsol meninggalkan pasar secara massal karena pengenalan dan keberhasilan mikroprosesor berbasis konsol

Magnavox Odyssey 200

style game pong
Generasi kedua
konsol generasi 2
konsol generasi 2
Dalam sejarah komputer dan video game, generasi kedua (biasa disebut sebagai awal era 8 bit atau kurang lebih  4 bit era) dimulai pada tahun 1976 dengan merilis Fairchild Channel F dan Radofin 1292 Advanced Programmable Video sistem. Di era generasi kedua ini yang menjadi primadona konsol game adalah konsol game ATARI. Beberapa contoh konsol game pada generasi kedua dapat dilihat disamping. Dari ki-ka adalah Fairchild Channel F,Atari 2600, Magnavox Odyssey ver. 2 ,  Atari 5200




Generasi Ketiga
Generasi ketiga dimulai pada tahun 1983 dengan dipasarkannya Jepang Family Computer tau lebih dikenal dengan nama FAMICOM(kemudian dikenal sebagai Nintendo Entertainment System di seluruh dunia). Walaupun konsol generasi sebelumnya juga menggunakan 8-bit processor, pada akhir generasi inilah konsol rumah yang pertama kali diberi label oleh mereka “bit”. Ini juga masuk ke mode sebagai sistem 16-bit seperti Mega Drive / Genesis dipasarkan untuk membedakan antara generasi konsol. Di Amerika Serikat, generasi ini di game ini terutama didominasi oleh NES / Famicom. Di era ini pulalah terjadi perang konsol game yang pertama antara perusahaan konsol Nintendo dengan SEGA.

konsol FAMICOM dan SEGA
Generasi keempat
Generasi keempat atau biasa disebut dengan era 16 bit,pada generasi ini NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, dan sebuah perusahaan bernama Sega mencoba menyaingi Nintendo. Pada tahun 1988, Sega merilis konsol next-generation mereka, Sega Mega Drive (yang juga dikenal dengan Sega Genesis). Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus dibanding NES. Konsol ini cukup berhasil memberi tekanan, tetapi NES tetap bertahan dengan angka penjualan tinggi. Dua tahun berselang, pada 1990, Nintendo kembali menggebrak dengan konsol next-gen mereka, SNES (Super Nintendo Entertainment System). Selama 4 tahun, Nintendo dan Sega menjadi bebuyutan, meskipun ada beberapa produsen seperti SNK dengan NeoGeo-nya, NEC dengan TurboGrafx-16 dan Phillips CD-i, tapi kedua konsol mereka begitu handal dan populer.
Tahun 1989
Nintendo merilis game-handheld, Game Boy. Harga: $109.
NEC merilis video game sistem Turbografx-16, PC Engine versi Amerika Utara. Harga: $189.
Sega merilis video game system Sega Genesis. Harga: $249.
Atari merilis game-handheld berwarna pertama Atari Lynx. Harga: $149.
NEC merilis versi yang ditingkatkan dari console PC Engine mereka di Jepang, SuperGrafx. Hanya 5 judul game yang memanfaatkan video game ini dan tidak pernah dijual secara komersial di luar Jepang.
Tahun 1990
Trip Hawkins keluar dari Electronic Arts dan mendirikan 3DO.
NEC merilis Turbografx CD ekspansi untuk Turbografx-16, mengupgrade sistem tersebut dengan CD-ROM. Harga: $399.
SNK merilis Neo-Geo (AES), untuk pertama kalinya sistem yang benar-benar membawa arcade ke rumah. Harga: $699.
SquareSoft merilis Final Fantasy pertama yang nantinya menjadi role-playing game terbaik di sistem console.
Sega merilis game-handheld Game Gear.
Microprose terbentuk.
NEC merilis versi hanheld dari Turbografx-16 console mereka, TurboExpress.
Tahun 1991
Commodore merilis video game rumahan berbasis CD, CDTV. Harga: $999.
Fujitsu merilis FM Towns Marty, console 32-bit pertama di dunia.
Nintendo merilis Super Nintendo. Harga: $199.
Joe Santulli dan Kevin Oleniacz mendirikan Digital Press, publikasi independent kolektor video game berbagai sistem.
Dua penerbit PC entertaintment utama, Cinemaware dan Epyx, tutup.
Tahun 1992
Philips merilis video game rumahan berbasis CD, CD-i.
Sega merilis ekspansi Sega CD untuk Sega Genesis.
Generasi kelima
Generasi kelima atau disebut juga dengan era konsol 32 bit. dimana konsol game yang paling populer pada generasi ini adalah Sony Playstation
[ps.jpg]
Generasi keenam
Generasi keenam ini ditandai dengan munculnya konsol-konsol game next generation dari masing-masing perusahaan seperti SONY, SEGA,Nintendo serta munculnya satu lagi konsol game baru yang diluncurkan oleh Microsoft yang diberi nama Xbox. Perang konsol game ini akhirnya mengakibatkan jatuhnya perusahaan konsol SEGA yang tidak dapat lagi meneruskan konsol next generation(Dreamcast) mereka dan lebih memilih untuk berkonsentrasi dibidang pembuatan game konsol.
[cam.jpg]
Generasi ketujuh
Dikarenakan semakin canggihnya teknologi di bidang teknologi maka kemudian 3 perusahaan konsol terbesar(Sony, Nintendo, dan Microsoft) mengeluarkan kembali konsol next-generation mereka keluaran terbaru. Sony mengeluarkan konsol next-gen yang diberi nama PS3(Playstation 3), lalu Nintendo dengan Nintendo Wii kemudian Microsoft dengan Xbox 360. Pada generasi ini semakin dikembangkan sistem permainan online atau permainan yang melibatkan banyak pemain yang terhubung dengan konsol mereka dan semakin ditinggalkannya permainan single player.
Sekian penjelasan sejarah konsol game dari saya, semoga bermanfaat untuk anda semua sekalian.  Terima Kasih
More about → Sejarah Perkembangan Game Dunia.

Kumpulan 31 Game PS2 100% Terbaik

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 22 Februari 2014




Di Bawah ini adalah 30 game paling memorable yang pernah JagatPlay cicipi di konsol legendaris Sony – Playstation 2. Sebagian muncul sebagai hit wonder, sebagian lainnya menginspirasi kehadiran game-game bergenre serupa yang lahir setelahnya, dan tidak sedikit pula yang berhasil menemukan bentuk dan bertahan hingga saat ini. Sebagai sebuah era yang penuh dengan inovasi, keberadaan Playstation 2 telah melahirkan begitu banyak ide dan cerita, bahkan hingga saat ini sekalipun. Sebuah cerita yang sayangnya harus berakhir begitu saja, setelah 13 tahun lamanya,yuk kita liat cekidottt!!!!!

1. Shadow of Colossus



Dari semua game paling memorable dan terbaik yang pernah lahir di industri game, Shadow of Colossus pantas mendominasi puncak list ini. Lupakan tentang game adventure, platfomer, hack and slash, hingga strategi yang pernah Anda cicipi. Tidak ada satupun dari game tersebut yang mampu merepresentasikan kualitas yang ditawarkan oleh game yang dikembangkan oleh Team ICO ini. Dengan dasar cerita yang sederhana, Anda langsung diminta untuk menjelajahi luasnya dunia dan bertempur dengan para raksasa – Colossus yang membutuhkan strategi khusus untuk dikalahkan. Jika God of War memungkinkan QTE untuk menyelesaikan semua hal ini, maka SOC membutuhkan pemikiran dan ekstra kerja keras untuk diselesaikan. It’s really the best game you can get on Playstation 2!


2. Kingdom Hearts (I & II)



Final Fantasy dan Micky Mouse? Siapa yang akan mengira bahwa dua konsep ini dapat melebur menjadi sebuah konsep yang luar biasa. Ide “gila” Square Enix ini berhasil membuktikan dirinya lewat franchise Kingdom Hearts. Bertempur menggunakan Keyblade dan menjelajahi dunia-dunia terbaik dari Disney, ditemani oleh Goofy dan Donald, Kingdom Hearts harus diakui tumbuh menjadi salah satu franchise paling inovatif, berani, tetapi sekaligus menyenangkan. Cerita tentang persahabatan, cinta, dan perjuangan melawan kegelapan ini menjadi salah satu ujung tombak popularitas Playstation 2. Tidak sedikit gamer yang masih menantikan seri kelanjutannya, hingga saat ini. Kapan lagi Anda akan berkesempatan untuk menikmati pertempuran Cloud dan Squall,Sephiroth melawan Micky Mouse, hingga Hercules melawan Sora. Semuanya dimungkinkan di Kingdom Hearts.

3. Grand Theft Auto: Vice City



Rockstar dan GTA memang menjadi dua kata yang tidak dapat terpisahkan. Namun dari semua seri yang lahir dari franchise ini, konsep open-world tiga dimensi yang pertama kali ditawarkan oleh GTA III membuka mata banyak gamer akan potensi masa depan gaming. GTA III memang menjadi awal, namun Vice City lah yang menyempurnakan pengalaman ini dalam batas yang bahkan tidak pernah direpresentasikan kembali oleh GTA IV sebagai seri “terbaru”. Tidak hanya menjelajahi dunia kriminal yang penuh dengan tema “dewasa”, Vice City juga memungkinkan gamer untuk membeli properti, membangun bisnis, dan bersenang-senang.

4. Onimusha 3: Demon Siege



Mengherankan, itu mungkin kata yang tepat untuk mengungkapkan kebingungan atas hilangnya eksistensi Onimusha dari jagat industri game. Sejak awal kemunculannya di masa lalu, konsep Onimusha menjadikannya sebagai salah satu game hack and slash yang begitu dicintai di masa lalu. Dari semua seri yang ada, seri ketiga harus diakui menjadi yang terbaik. Dengan visualisasi Takeshi Kaneshiro dan Jean Leno yang luar biasa dan gameplay yang jauh lebih brutal dan cepat, Onimusha 3 menjadi salah satu masterpiece yang tidak mudah dilupakan begitu saja. Semoga saja masih ada harapan untuk mencicipi kembali game ini di masa depan.

5. Ace Combat 5: The Unsung War



The Demon of Razgriz, adalah squad pesawat paling keren yang akan Anda temukan di sepanjang sejarah game pesawat, arcade maupun simulator sekalipun, di industri game. Dari semua seri Ace Combat yang ada, Ace Combat 5: The Unsung War merupakan yang terbaik. Kemampuan untuk berinteraksi dengan wingmen Anda untuk melakukan fungsi tertentu memang menjadi inovasi yang pantas untuk diacungi jempol. Namun kekuatan terbaik ada pada kemampuannya untuk meramu jalinan cerita yang luar biasa, dengan setiap alurnya akan mampu membuat Anda merasa sangat terlibat. Ketika salah satu sidekick Anda ditembak jatuh dan mati dalam cerita, setiap gamer yang pernah mencicipi Ace Combat 5 ini pasti pernah merasakan kesedihan yang mendalam. Seperti kehilangan seorang sahabat yang sudah menemani Anda sejak awal perjalanan menaklukkan dunia.

6. Jet Li: Rise to Honor



Siapa yang tidak mengenal sosok Jet Li sebagai salah satu aktor laga Asia? Popularitasnya bahkan cukup unutk membuatnya disandingkan dengan aktor-aktor laga Hollywood lainnya yang lebih mendunia. Dari semua game yang menjadikan bela diri dan kungfu sebagai kekuatan utama, Jet Li: Rise to Honor tetap menjadi salah satu yang terbaik, bahkan hingga saat ini sekalipun. Visualisasi memang menjadi nilai jual terbaik, tetapi tetap tidak mampu bersanding dengan sisi gameplaynya yang begitu cair dan unik. Dengan menggunakan analog kanan sebagai tombol untuk menyerang, animasi serangan Jet Li dan jurus-jurusnya juga ditampilkan dengan sangat baik.

7. God of War



Membunuh para dewa dalam sebuah twist mitologi Yunani yang luar biasa hanyalah satu dari begitu banyak alasan yang membuat God of War begitu populer. Ia jugalah yang mempopulerkan quick time event sebagai bagian gameplay untuk menciptakan pengalaman sinematik yang lebih baik. Brutal, kejam, dan tidak tanggung-tanggung memvisualisasikannya dalam bentuk darah dan potongan tubuh, Kratos tumbuh sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari franchise ini. Apalagi dengan plot yang terus tumbuh masif dan epik setiap kali Anda menyelesaikan setiap seri yang ada. God of War masih menjadi franchise andalan Sony, bahkan hingga saat ini.

8. Dynasty Warriors 2



Game mana yang memberikan Anda kesempatan untuk membunuh ribuan prajurit dalam sebuah skema open world yang terhitung begitu masif di saat itu? Koei menawarkan konsep tersebut untuk menjajal kemampuan Playstation 2 sesungguhnya, sesuatu yang hampir tidak mungkin terjadi dengan keterbatasan spesifikasi generasi sebelumnya. Di awal pertama kali Playstation 2 bisa dibajak dan langkanya DVD sebagai media utama, Dynasty Warrior 2 dijual dalam bentuk kepingan CD dengan jumlah lebih dari 5 buah. Pengalaman inilah yang menjadi begitu memorable. Bagi gamer yang membeli Playstation 2 di awal tahun 2000, Dynasty Warrior 2 adalah game yang wajib dimainkan untuk membuktikan kemampuan Playstation 2 yang sesungguhnya.

9. Devil May Cry



Dari semua game yang sangat diantisipasi di awal kemunculan Playstation 2, Devil May Cry menjadi yang paling populer. Di tengah miskinnya game action hack and slash yang benar-benar berkualitas, Capcom menciptakan sebuah game yang tidak hanya menangkap perhatian dari judulnya yang super unik, tetapi juga desain karakter yang super cool. Apa yang membuatnya berbeda dibandingkan game bergenre serupa di masa lalu? Tidak hanya dari sisi aksi yang cepat, tetapi dari kepribadian Dante dan kemampuannya untuk mengeksekusi ragam serangan dalam gaya dan animasi yang keren. Devil May Cry tetap bertahan sebagai salah satu franchise andalan Capcom, bahkan hingga saat ini

10. Monster Hunter



Sebuah mahakarya yang berhasil merebut hati sebagian besar gamer Jepang, Monster Hunter di Playstation 2 ini menjadi awal dari fenomena yang tetap berlanjut di negeri matahari terbit hingga saat ini. Walaupun franchise Capcom ini jatuh ke tangan Nintendo saat ini, namun origin dari game monster hunting ini berawal dari kemunculannya di Playstation 2. Sejak awal kemunculannya, konsep permainan sederhana ini menjadi nilai jual tersendiri dan berhasil meraih popularitas yang luar biasa. Desain monster yang keren dan ragam senjata dan armor yang luar biasa menjadikan game ini menarik.

11. Zone of the Enders: The 2nd Runner



Sebuah mahakarya yang lain dari Hideo Kojima, Zone of the Enders menjadi representasi ide “gila” Kojima untuk membangun sebuah seri mecha yang luar biasa. Namun dibandingkan dengan seri pertamanya yang terhitung monoton, seri sekuel Zone of the Enders: The 2nd Runner menawarkan desain mecha, cerita, karakter, dan alur cerita yang jauh lebih mengalir. Semua adegan sinematik yang dibangun untuknya memberikan atmosfer epik tersendiri. Gameplay yang cepat dengan ragam serangan yang brutal serta gaya bercerita ala anime, tidak ada alasan untuk tidak mencintai Zone of The Enders kedua ini.

12. Fatal Frame II: Crimson Butterfly



Bertemu dan melihat sosok supranatural di sebuah video game saja sudah cukup untuk membuat semua bulu kuduk merinding. Sekarang bayangkan apa yang akan terjadi, jika Anda sebagai seorang gamer, justru diminta untuk melihatnya dengan lebih dekat, lebih jelas, bahkan memotretnya dengan kecepatan tinggi. Sensasi horror inilah yang menjadi kekuatan seri Fatal Frame. Mengapa seri kedua yang menjadi fokus? Kedalaman cerita dan atmosfer penuh ketakutan yang lebih kental menjadi alasan mengapa sekuel ini lebih memorable.

13. Metal Gear Solid (2: Sons of Liberty -  3: Snake Eater)



Popularitasnya di seri pertama tentu membuat seri sekuel sebagai langkah paling masuk akal bagi Konami untuk terus mempertahankan eksistensi MGS. Seri sekuel: Sons of Liberty membawa identitas yang sama, namun dengan ragam inovasi gameplay yang membuatnya lebih “hidup”, dari first person mode, beragam physic yang tidak bisa diterapkan di MGS sebelumnya, hingga adegan sinematik yang lebih hidup. Seri ketiga – Snake Eater membawa perjalanan sang ayah – Big Boss yang selama ini hanya menjadi “sosok” misterius yang tidak pernah dijelajahi lebih jauh. Lewat Snake Eater, gamer dibawa pada perjalanan latar belakang lahirnya sosok legendaris ini. Pertarungan tangan kosongnya melawan The Boss tidak mudah dilupakan begitu saja.

14.Final Fantasy X



Sebagai sebuah seri Final Fantasy yang pertama kali dirilis untuk Playstation 2, Final Fantasy X menawarkan kualitas yang begitu menjanjikan di awal kemunculannya. Sistem gameplay utamanya mungkin sudah berbeda dengan teknik ATB yang selama ini menjadi dasar RPG FF selama ini, namun inovasi ini terlihat unik, apalagi dengan ragam karakter yang bisa digonta-ganti dalam pertempuran. Selain visualisasi dan CGI yang begitu luar biasa serta voice acts yang pertama kalinya dihadirkan, Final Fantasy X menawarkan salah satu kisah petualangan dan romantisme terbaik di antara semua seri FF. Tidak sedikit gamer yang menitikkan air mata ketika melihat endingnya yang mengharukan. Yang tentu saja dihancurkan oleh FF X-2.

15. Tales of Abyss



Kita tidak bisa membicarakan sebuah seri JRPG tanpa menyinggung nama besar seri “Tales of..”. Di Playstation 2, Tales of Abyss mungkin menjadi yang paling populer. Mekanisme gameplay yang lebih disempurnakan dan ragam efek sinematik serangan yang bahkan lebih masif menjadikannya sebagai seri yang paling memorable di Playstation 2. Jika harus berbicara terbuka, kekuatan terbaik Abyss sebenarnya ada pada proses translasinya yang menjadi fokus Namco Bandai. Padahal di waktu yang sama ada dua seri lainnya yang juga mengemuka, di antaranya Tales of Destiny 2 dan Tales of Destiny remake pertama yang sayangnya tidak ditranslasikan.

16. Valkyrie Profile: Silmeria



Setelah menikmati petualangan sang Valkyrie – Lenneth di seri pertamanya, gamer akhirnya berkesempatan untuk mencicipi sebuah sekuel dari kacamata Valkyrie yang lain – Silmeria. Konsep gameplay yang sama, dipadukan dengan visualisasi yang lebih baik membuat para penggemar franchise ini langsung jatuh hati. Satu yang menarik untuk diperhatikan adalah kemampuan sang developer untuk menarik benang merah lewat jalinan alur plot yang semakin kompleks. Kehadiran beragam karakter ikonik dari seri pertama dan perannya yang tetap krusial di seri sekuel ini menjadi nilai jual tersendiri.

17. Bully



Lahir dari tangan dingin Rockstar, sebuah seri open-world unik ala “GTA” hadir. Namun alih-alih mengusung dunia kriminal dan sejenisnya, Bully merangkum dunia kenakalan remaja sebagai inti cerita. Tidak ada ledakan dahsyat, tidak ada helikopter tempur, dan tidak ada rentetan senjata di atas mayat yang bergelimpangan di jalan, tetapi Bully mampu menawarkan kekuatan yang unik. Kisah para remaja dengan karakteristik yang begitu unik satu sama lain ini membuat Bully tampil sebagai salah satu franchise terbaik Rockstar. Bahkan untuk visualisasi Playstaiton 2 di masa lampau pun, seri ini mampu memperlihatkan kualitas visual yang pantas untuk diacungi jempol.

18. Beyond Good & Evil



Hampir semua gamer yang pernah memainkan game ini di masa lalu tentu tidak akan ragu untuk menjadikan Beyond Good & Evil sebagai salah satu seri terbaik di zamannya. Walaupun bukan game eksklusif untuk Playstation 2, namun seri yang dikembangkan oleh Ubisoft Montpellier ini menawarkan sebuah game adventure yang mudah untuk dinikmati. Visualisasi yang pantas untuk diacungi jempol, desain plot yang dewasa tetapi tetap ringan, dan identitas sang karakter utama – Jade yang begitu kuat tetap membuatnya sebagai salah satu seri game adventure terbaik yang pernah hadir di Playstation 2.

19. XIII



Sebuah game FPS yang membawa visual cell-shading dan tema yang lekat dengan dunia komik? XIII menjadi satu dari sedikit game yang membawa tema ini ke permukaan. Menjelajahi dunia seorang karakter misterius dengan tato XIII yang lupa ingatan, gamer dibawa pada pola permainan first person shooter yang luar biasa, tidak hanya secara estetika, tetapi juga inti gameplaynya sendiri. Setiap headshot diberikan efek sinematik zoom ala komik dengan rangkaian efek yang juga diwakili oleh kata-kata. Selain sisi action, beberapa misi juga menjadikan stealth sebagai nilai jual utama.

20. Xenosaga (I, II, III)



Sempat digembar-gemborkan sebagai seri yang berhubungan dengan game RPG epik Playstation pertama – Xenogears, Xenosaga yang sempat direncanakan untuk hadir dalam enam episode terpisah akhrinya dirangkum ke dalam sebuah trilogi. Walaupun mendapatkan kritik keras dan seringkali dilihat sebagai sebuah seri gagal yang tidak mampu menyetarakan diri dengan bayang-bayang Xenogears, Xenosaga tetap menjadi franchise yang memorable. Desain karakter, dunia, gameplay, dan sosok ikonik Kos-Mosnya sendiri menjadi pesona yang tidak mudah dilupakan.

21. Romance of Three Kingdoms XI



Sebagian besar gamer saat ini mungkin akan langsung mengasosiasikan Kisah Tiga Negara (Sam Kok) dengan Dynasty Warrior. Padahal, jika ingin menilik dalam jalur memori yang lebih jauh, representasi terbaiknya justru hadir lewat sebuah game strategi yang tidak pernah lagi ditemukan saat ini – Romance of Three Kingdoms XI. Berperan sebagai salah satu negara, Romance of Three Kingdoms memang menjadi salah satu game strategi terkompleks dengan begitu banyak elemen yang harus diperhatikan. Mengatur uang, stok makanan, jumlah prajurit, hingga memuaskan rakyat untuk mencegah pemberontakan menjadi pesona Romance of Three Kingdoms yang tidak tergantikan. Mereka yang pernah memainkannya tentu mengerti hal ini.

22. Ratchet & Clank



Dari semua game platformer yang menjamuri Playstation 2, nama besar Ratchet & Clank memang hampir tidak dapat tergantikan. Dengan pembawaan karakter dan desain yang unik, Ratchet & Clank adalah dua hero – sidekick yang menawarkan pengalaman bermain yang tidak hanya fun, tetapi juga epic di saat yang sama. Temanya mungkin tidak terlihat serius sekilas pandang, namun begitu menjajalnya, ada sejuta alasan untuk jatuh cinta dengan franchise platformer yang satu ini. Apalagi dengan ragam senjatanya yang destruktif.

23. .Hack/G.U. (Rebirth, Reminisce, Redemption)



Bayangkan jika Anda memainkan sebuah game di dalam game. Konsep unik inilah yang menjadi kekuatan dari seri .Hack selama ini. Franchise yang juga berangkat dari anime dan manga ini sudah menemukan pondasi konfliknya dari .Hack versi awal. G.U menjadi rangkaian sekuel yang membawa pertempuran di dunia MMORPG – The World ini semakin kompleks. Berbasiskan pada konsep hack and slash, .Hack/G.U lebih kuat di sisi plot dan progress perkembangan karakter yang menarik untuk terus diikuti. Menjadikannya sebagai salah satu franchise yang tidak mudah dilupakan begitu saja.

24. Disgaea



Sejak keberhasilan Final Fantasy Tactics di masa lalu, sebuah game RPG strategi tidak lagi menjadi alternatif genre yang menarik bagi para developer. Namun rumus ini tampaknya tidak berlaku untuk Disgaea. Ia diramu tidak hanya lewat sistem gameplay yang lebih kompleks, tetapi juga beragam humor yang menyelimuti sang karakter utama – Laharl. Kesempatan untuk meningkatkan tingkat kesulitan hingga level yang hampir “absurd”, menghasilkan damage hingga angka jutaan, dan menjadikan politik sebagai salah satu nilai jual yang ada, Disgaea pertama menjadi pondasi untuk sebuah franchise yang masih tetap bertahan hingga saat ini, bahkan lebih sukses dengan eksistensinya di multi-platform.

25. The Matrix: Path of Neo



Setiap gamer yang sempat menikmati film Matrix tentu saja ingin mencicipi rasanya menjadi sang karakter utama – Neo. Bagaimana tidak? Mampu melompat tinggi, bergerak super cepat, menghindari peluru, dengan gerakan bela diri yang luar biasa, trilogi film Matrix memang menjadi pondasi potensial untuk sebuah video game berkualitas. Pertama kali ditawarkan lewat kacamata Ghost dan Niobe di Enter the Matrix, banyak gamer yang menyayangkan absennya sang karakter utama – Neo di dalamnya. Menanti cukup lama, kesempatan itu akhirnya hadir lewat Matrix: Path of Neo. Sebuah pengalaman epik yang tidak dapat dilukiskan. Menghindari peluru dan bertempur dengan para agen? Wow!

26. Resident Evil: Outbreak



Jika kita membicarakan Resident Evil, maka kita membicarakan pertempuran melawan wabah virus di bawah kacamata karakter-karakter ikonik seperti Leon, Jill, Claire, dan Chris. Namun sebuah konsep unik pernah diterapkan lewat sebuah seri spin-off: Outbreak. Tidak lagi berperan sebagai salah satu dari karakter utamanya, gamer hanya berperan sebagai survivor yang harus bertahan dalam beragam skenario yang ada. Bersama dengan AI maupun gamer yang lain, para survivor ini dapat bertukar item, senjata, dan saling bahu-membahu. Seperti layaknya Left 4 Dead, hanya saja dalam format RE yang seperti kita kenal.

27. Drakengard



Mengendalikan naga dan bertempur dengan ribuan pasukan sekaligus, Drakengard memang menawarkan sensasi epik tersendiri di masa lalu. Bertempur dalam lingkungan yang masif dengan ragam musuh yang menawarkan tantangan tersendiri memang menjadi keasikan tersendiri. Namun Drakengard tetap menjadi satu dari sedikit game yang menawarkan kesempatan untuk menunggang naga dan menghancurkan musuh sebanyak apapun dari angkasa. Senjata dapat diperkuat seiring dengan frekuensi penggunaan. Gamer juga akan mendapatkan naga yang lebih kuat dan brutal seiring dengan perjalanan.

28. Chaos Legion



Chaos Legion adalah sebuah game hack and slash murni, dimana progress cerita dan gameplay hanya mengandalkan usaha untuk menghancurkan setiap musuh yang ada. Dengan tingkat kesulitan yang tidak dapat dipandang sebelah mata, Chaos Leigon juga menyediakan desain-desain Legion sebagai companion yang pantas untuk diacungi jempol. Sistem pertarungan yang cepat dan efek-efek destruktif menjadikan Chaos Legion sebagai salah satu yang terbaik di kelasnya.

29. ObsCure



Sebagian besar gamer mungkin akan langsung mengidentifikasikan genre survival-horror dengan dua nama besar: Resident Evil dan Silent Hill. Padahal, jika kita ingin sedikit bernostalgia, ada nama ObsCure di situ. Menceritakan kisah klise tentang para remaja yang terperangkap di dalam sekolah dan harus berhadapan dengan kekuatan supernatural yang tidak dapat dimengerti, ObsCure menjadikan cahaya sebagai elemen permainan yang penting. Mengapa ia begitu memorable? Gameplaynya yang berfokus pada multiplayer menjadi keunikan tersendiri dan bukan sesuatu yang mudah ditemukan saat ini.

30. Lord of The Ring: Return of The King



Hampir sebagian besar game yang diadaptasikan dari film seringkali berakhir bencana. Namun tidak dengan seri game adaptasi dari trilogi Lord of The Ring. Mengusung jalan cerita yang serupa dengan versi filmnya, versi game ini mampu merepresentasikan atmosfer epicness yang sama, sekaligus juga mendesain dunia, sistem pertarungan, karakteristik, dan alur cerita yang tepat. Seri Lord of The Ring: Video game ini masih menjadi salah satu game adaptasi film terbaik.

31. THE WARRIORS


http://Cheatstationer.blogspot.com
Warriors adalah beat 'em up video game yang diterbitkan oleh Rockstar Games . Hal ini dirilis pada tanggal 17 Oktober 2005 untuk PlayStation 2Warriors sebagian besar berfokus pada tindakan gaya gemuruh geng, dengan pemain yang dibantu oleh Laskar lainnya sekaligus (minimal 1, maksimal 8). 
Pemain berposisi sebagai semua sembilan Warriors utama di berbagai titik sepanjang pertandingan. Tingkat 1 sampai 13 berlangsung tiga bulan sebelum pertemuan dan 14 sampai 18 meliputi peristiwa film itu sendiri. Permainan juga meliputi lima tingkat bonus yang disebut "Kilas balik" yang menciptakan cerita belakang penciptaan Warriors.
The Warriors adalah-aksi petualangan, permainan bertahan hidup yang berfokus berat pada berkelahi . Seperti kebanyakan game dari Rockstar Games, beberapa elemen gameplay kecil dicampur ke dalam pengalaman, seperti kemampuan untuk menggunakan cat semprot untuk menandai rumput atau menghina orang lain. Pemain berposisi sebagai semua sembilan Warriors utama di berbagai titik sepanjang pertandingan, tetapi sebagian besar menggunakan Cleon, Swan dan Rembrandt. Tingkat 1-13 berlangsung tiga bulan sebelum pertemuan dan 14-18 sampul film itu sendiri. Permainan juga meliputi lima tingkat bonus yang disebut "Kilas balik", yang menciptakan cerita belakang penciptaan Warriors. Beberapa aktor dari film kembali untuk melakukan suara untuk karakter asli mereka.


More about → Kumpulan 31 Game PS2 100% Terbaik

Cara Mendapatkan Character Di Dynasty Warriors 6 100% Work

Diposting oleh Unknown





Berikut ini adalah cara-cara mendapatkan roster, tokoh atau karakter di game Dynasty Warriors 6 :


Cao Cao

Selesaikan Musou Mode dengan 3 karakter Wei



Cao Pi
Kalahkan dia di kubu Wu, di He Fei dalam 5 menit.





Xiahou Yuan

Selesaikan 1 battle target, di kubu Shu di G. Ding Jun.





Xu Huang
Selesaikan 2 battle target dengan target Wei/Wu alliance di Fan castle.



Xu Zhu
Di He Fei di kubu Wu, bunuh Cao Ren dan Xu Zhu.



Zhang Liao
Selesaikan Musou Mode dengan 1 karakter Wei.



Zhen Ji
Di Xu Chuang di kubu Lu Bu's, selesaikan target 1.



Zhang He

Selesaikan 2 battle target di kubu Shu, di Han Zhong


Gan Ning
Selesaikan Musou Mode dengan 1 karakter Wu.


Huang Gai
Selesaikan battle target 3 di kubu Wu, di Chi Bi.


Ling Tong
Selesaikan battle target 1 di Shi Ting, di kubu Wei.


Lu Meng
Selesaikan 2 battle targets di kubu Wei, di He Fei.


Sun Ce
Selesaikan battle target 1 di kubu Wu, di Xia Pi.


Sun Jian
Selesaikan Musou Mode dengan 3 karakter Wu.


Sun Quan
Selesaikan battle target 1 di kubu Lu Bu, di Chi Bi.


Taishi Ci
Kalahkan dia di Wu territory.


Xiao Qiao 
Selesaikan battle target 3 di kubu Wu, di Shi Ting.


Zhou Tai
Selesaikan 3 battle targets di Yi Ling, di kubu Shu.


Guan Ping
Selesaikan 2 battle targets di kubu Shu, di Fan castle.


Huang Zhong
Selesaikan 1 battle target di kubu Wei, di G. Ding Jun.


Liu Bei
Selesaikan Musou Mode dengan 3 karakter Shu.


Ma Chao
Selesaikan battle target 2 di Han Zhong, di kubu Wei.


Pang Tong
Selesaikan 3 battle targets di Cheng Du, di kubu Shu dan Pang Tong harus hidup.


Wei Yan
Selesaikan 2 battle targets di Wu Zhang, di kubu Shu.


Yue Ying
Selesaikan battle target 1 di Wu Zhang, di kubu Wei.


Zhuge Liang
Selesaikan Musou Mode dengan 1 karakter Shu.


Diao Chan
Selesaikan Musou mode dengan 1 karakter di setiap 3 Kerajaan (Wu, Shu dan Wei).


Dong Zhuo
Selesaikan battle target 1 di kubu Lu Bu, di Hu Lao Gate.


Lu Bu
Selesaikan Musou Mode pakai Cao Cao, Liu Bei, Sun Jian dan Diao Chan.


Yuan Shao
Selesaikan 3 battle targets dan tangkap Wu Chao, di Guan Du.


Zhang Jiao
Selesaikan 3 battle targets, di Yellow Turban Rebellion.


Cao Ren
Selesaikan battle target 2 di kubu Lu Bu, di Fan Castle.

More about → Cara Mendapatkan Character Di Dynasty Warriors 6 100% Work